Showing posts with label ceritanya Dipa. Show all posts
Showing posts with label ceritanya Dipa. Show all posts

Saturday, December 23, 2023

Tentang akhir yang bahagia

dokumentasi mengantarkan pesanan sameday express 


    Sekitar tiga hari yang lalu, gue baru saja menyelesaikan menonton seri drama Jepang di Netflix yang berjudul Fishbowl Wives. Seri yang bercerita tentang beberapa istri yang menghadapi masing-masing permasalahan perkawinan. Namun hal yang mau gue bahas dalam tulisan ini adalah bukan tentang resensi/review seri dramanya. Melainkan dari apa yang gue dapatkan setelah selesai menonton drama tersebut. Mungkin ini agak sedikit berlebihan sih. Tapi gue pengen aja membagikan hubungan antara akhir dari seri drama Fishbowl Wives ini sama apa yang telah gue lalui.

    Dahulu, sama seperti kebanyakan anak SMA lainnya, bayangan gue tentang kehidupan masa dewasa itu indah sekali. Lulus SMA, dapet kerja lalu menabung untuk kuliah dan beli ini-itu, setelah lulus kuliah naik ke posisi manajer atau jabatan lain mungkin yang bisa digapai karena sudah punya pengalaman kerja yang mencukupi. Setelah jadi manajer bisa punya pendapatan yang lebih banyak jadi bisa punya tabungan yang lebih banyak. Dan, ya... mungkin menikah kalau uangnya sudah dirasa cukup. Sederhana dan indah sekali bukan? hahaha. Namun kenyataan hidup malah sebaliknya. Dari 6 bulan sebelum kuliah gue bekerja menjadi pengemudi ojek daring(Driver ojol) sampai sekarang dua tahun setelah lulus kuliah dengan pendapatan yang sangat tidak pasti dan waktu kerja yang fleksibel. 

    Ga hanya itu, banyak juga sebenarnya hal-hal yang gue bayangkan selama kuliah akan bisa tercapai dengan bekerja sebagai pengemudi ojek daring ini. Akan tetapi realita hidup tidak sejalan dengan harapan yang ada. Salah satu hal yang gue bayangkan adalah bisa memiliki kehidupan kuliah-kerja dengan waktu yang seimbang dan tidak membuat pikiran dan tubuh kelelahan. Tapi kenyataan tidak seperti itu. Gue harus ambis dalam mencari pesanan-pesanan ojek yang ada mulai dari penumpang(GrabBike), makanan(Grabfood), dan paket(Grabbike Express) untuk satu hal dan lainnya yang tidak bisa gue jelaskan lebih lanjut. Walau momen paling enak sih menurut gue tuh ketika pandemi Covid-19 sedang kencang-kencangnya dan diberlakukan kebijakan buat berkegiatan dari dalam rumah baik itu kerja(WFH) maupun sekolah/kuliah(SFH). Saat itu pesanan-pesanan yang ada enak banget dan cenderung lebih banyak dari biasanya. Di sela-sela waktu ngojek juga jadi bisa gue pakai buat mengikuti kuliah daring jadi ga perlu berangkat ke kampus buat menghadiri kelas. 

    Sebelum lulus kuliah saat sedang pusing-pusingnya mengerjakan skripsi atau tepatnya awal tahun 2021 yang lalu, gue juga membayangkan hal yang indah yang mungkin terjadi setelah lulus kuliah. Gue bisa keluar dari siklus harus ngojek kalau ga ya ga bakal dapet uang. Mungkin memulai usaha atau bisa secepatnya mendapat pekerjaan dengan pendapatan yang lebih baik. Namun, lagi-lagi episode kehidupan membangunkan gue dari mimpi yang indah. Kesempatan buat ikut merintis usaha harus gue lepaskan karena alasan yang tidak bisa dijelaskan secara terbuka ke semua orang dan gue harus kembali ke dalam siklus harus ngojek kalau ga ya ga bakal dapat uang. Sudah mencoba melamar-lamar pekerjaan juga tak kunjung mendapat respon yang diharapkan. Sampai-sampai gue membuat video tentang ini di Youtube gue:


    Terus apa hubungannya dengan gue selesai menonton drama Jepang Fishbowl Wives dengan episode-episode kehidupan gue yang nyata?


    Secara ga langsung sebenarnya sama. Gue kira bayangan akhir bahagia dari drama Jepang tersebut sesuai dengan yang diharapkan. Namun pada akhir episodenya ternyata tidak demikian. Lebih cenderung sedih daripada bahagianya. Ga seperti akhir-akhir dari drama yang biasanya. Tetapi, mungkin itu yang terbaik. 

    Gue punya bayangan-bayangan indah tentang episode-episode kehidupan setelah lulus SMA mulai dari ini sampai itu. Kebanyakannya sih ya standar aja dan cenderung lurus. Namun kenyataan malah sebaliknya. Ga ada satupun dari bayangan gue yang benar-benar kejadian. Rasanya seperti masih terjebak dalam nelangsa yang sama bertahun-tahun. Tapi, mungkin itu yang terbaik.

Mungkin akhir yang bahagia itu tidak selalu seperti yang diharapkan. Namun pasti, akhir bahagia adalah pasti yang paling dibutuhkan oleh pemeran-pemeran utamanya. 

    Gue mungkin masih berkutat pada pekerjaan dengan waktu kerja yang fleksibel dan pendapatan yang tidak menentu. Tapi itu mungkin yang paling dibutuhkan untuk gue saat ini. Mungkin untuk mempersiapkan diri ini buat kejutan bahagia pada episode kehidupan dewasa berikutnya biar bisa langsung ambil tanpa banyak mikir. Mungkin aja kalau gue dari setelah lulus SMA kerja itu saat pandemi Covid-19 kemarin gue termasuk yang dipecat dan mungkin juga belum kuliah karena hal-hal yang tak bisa gue prediksi sebelumnya. Akhirnya apa? akhirnya mungkin sampai saat ini gue ga punya pegangan pekerjaan yang menghasilkan pendapatan sama sekali dan gue jadi stress berat sampai mungkin yang lebih parahnya lagi adalah kepikiran buat bunuh diri. Bisa jadi kan begitu? Kita ga pernah tahu maksud dari suatu peristiwa saat peristiwa itu terjadi. Namun kita pasti paham apa maksud semua terjadi setelah melewati peristiwa tersebut. 

    Begitu juga pada hal-hal yang lain seperti masalah percintaan misalnya. Saat teman-teman yang lain mungkin sudah menikah, gue masih jadi jomblo ngenes yang sibuk bekerja dan belajar. Tapi, ya gapapa. Mungkin ini yang paling dibutuhkan saat ini buat gue. Mungkin biar lebih bisa menikmati hidup atau punya waktu lebih luang daripada yang udah punya pasangan. 

continue reading Tentang akhir yang bahagia

Monday, June 19, 2023

BUMN(SOE) Online Test and 20's life

 

Ting. WhatsApp notification sounds soft.

I squint my eyes to the message that my sister has sent to me.

Rekrutmen bersama BUMN.FHCI....

Right. Online registration for State-Owned Enterprises of Indonesia (BUMN) job vacancies.

This a little bit triggering me. Because, what i had through is i never have the chance to pass the administration qualification. I had registered for state-owned enterprise of Indonesia for 2 Times.

But, my mind telling me. "Why don't just try again? Maybe it'll be your way". Maybe. So i decided to process it. Around 1 month after i registered, i got an email to pass the first Exam test. Woahhh. It's a good start. Then i try to look what Will be the questions are. Not that hard, nor is easy.

There are number sequence, word classification, logical statement from stories, and diagram reasoning. I do trust myself capabilites for passing the Exam this noon. And.... As usually, i was so weak at number sequence. That was so harddddd. Wkwkwkwk. But fortunately, i pass total minimum scores of it.

This is maybe i can call as self improvement. Because, if i look from 2021-2023 were just dark area. It was so hard so i couldn't bear it all alone and seek for the professional helps. Yes. Professional helps. I did it for 2 Times. The first ones was in September 2022 and the second was in March 2023. The cost of physcologist was not that expensive. Still affordable.

The issue of getting better job and better income is so serious. I thought getting job as a bachelor degree Will be easier than just high school grads. But that not how it works. There are so many factors that can affect. Maybe not like in Japan that there is a company to help you resign from a job. It's vice Versa. In Indonesia, there are many companies help you to get a job. Eventough it's not a permanent.

This hardship make me compare to my friends. There have been a doctor, a stable income job, a professional of one thing, or maybe business owner. Arrgghh. But offcourse it Will be just add up my mind. I put a song from Japanese indie female band named Bray Me (CMIIW). The song title is Evidence road. 20's life kinda Messy and challenging at the same time.

YouTube Music





























continue reading BUMN(SOE) Online Test and 20's life

Thursday, June 1, 2023

Slow down and keep focus

YouTube. Tedx Talks.

   I've done some English practice on speaking and listening. I did speaking practice for the last few days with 10 minutes allocation in front of mirror. It was awkward at first. My voice sounds terrible and not stable. But little by little i feel the awkward fade and my confidence to speak raise. I want and will try it maybe within the next month. So i can improve my English active skills in a few times

   In order to do that, i need to disicpline on listening any media with English languange. Maybe entertainment. Maybe a regular Tedx Talks. Just i've done before Ashr prayer. The second thing in this effort is time allocation or spending. I need to spend with minimum a hour per day with  15 minutes writing, 15 minutes speaking, 15 minutes listening, and 15 minutes reading. 

   I want to do the same thing with my Japanese languange learning. But, i still think about it can lead me to burnout. I don't know it's just my perception or not. It feels like languanges learning which to continue to Microsoft Excel, drawing, and reading a book in a row is so exhausting to do in everyday self improvement. Maybe i need to prioritze my goals than do all the things in a row. Cause i think still need to make money with my Grab Driver while i'm making an effort to apply on companies. 

   The Tedx Talks i recently watched is about to slow down when you want or need to speed up by Kimi Werner. It's her experience about underwater life such as fishspearing, free dive and so on. I love the main idea of this talk. It feels like my current situation. I want to speed up on learn anything that i think can give me positive impact on my self development. But, i can't. I can't do all the things. I need to slow down (prioritize some goals) before continue to another some goals. Sometimes i need to make off day to learn skills i want to learn just like today.  Sometimes i need to not to do anything  and maybe just playing Playstation 4. Horizon Zero Dawn or another games to entertaint my self or maybe i can just rest all day long. Only these ways i can keep focus on my self improvement and safe my mental health.
continue reading Slow down and keep focus

Thursday, September 29, 2022

Cara cari orderan ojol buat yang baru gabung Grab Gojek Maxim

   

Dokumentasi pribadi. 


 Terhitung 5 tahun sudah gue menjalani hari-hari sebagai driver ojol Grab. Awalnya buat iseng cari uang tambahan jajan aja sih. Eh gataunya bisa buat nambahin bayaran selama gue kuliah kemarin.

     Nah, oleh karena itu, gue di sini pengen membagikan tips dan cara dapetin orderan ojol buat lo yang baru gabung sebagai driver ojol entah itu Grab, Gojek, Maxim maupun Indriver. 



1. Selalu pastikan menunggu di tempat atau menghampiri tempat yang ramai orang. 


   Karena pekerjaan sebagai driver Grab atau Gojek atau sejenisnya memerlukan kehadiran orang ramai sebagai potensi mendapatkan yang lebih besar, maka, menunggu di tempat atau menghampiri tempat yang ramai adalah salah satu kunci dasar mendapatkan orderan. Contoh: bubaran sekolah, kantor, pabrik, pasar, maupun tempat kuliner.


2. Jangan terlalu lama menunggu atau kebanyakan nongkrong! 


   Masalah kedua yang gue alami atau observasi sendiri dari sehari-hari jadi driver Grab adalah kadang ada waktunya gue terlalu enak menunggu di suatu tempat yang biasanya memang ramai orderan. Sampai-sampai kelamaan menunggu dan ga dapet-dapet. Jangan merasa ga enak hati buat ambil pesanan yang masuk kalau lagi nongkrong bareng teman seprofesi.


3. Jangan terlalu banyak jalan tanpa orderan


  Ini adalah salah satu kesalahan yang gue lakukan saat awal-awal jadi driver Uber (sebelum akhirnya pindah ke Grab). Gue yang belum kenal dan hafal jalanan terlalu asyik jalan terus ga jelas tanpa bawa orderan/pesanan. Padahal kebiasaan kaya gini bikin boros bensin juga pegal badan doang dan ya.. bikin pegal badan juga sih. hehehe. Gue pernah sepolos itu saat awal jadi driver ojol. 

continue reading Cara cari orderan ojol buat yang baru gabung Grab Gojek Maxim

Tuesday, February 15, 2022

Hidup adalah tentang memantaskan diri

 Setelah beberapa bulan wisuda kuliah, ada hal-hal yang gue baru sadari. Salah satu hal yang baru gue sadari beberapa waktu belakangan adalah tentang memantaskan diri. Kalau kita punya tujuan, maka yang harus dilakukan adalah memantaskan diri untuk mencapai tujuan tersebut. 

  Dari zaman SMA, gue bersikeras tentang menjadi penulis buku dan pengusaha. Gue ga mau kerja kantoran biar bisa bebas libur kapan aja. Biar ga disuruh-suruh sama orang lain. Namun, seiring berjalannya waktu, gue seperti lupa akan tujuan saat dalam kesibukan kuliah. Gue lebih sering fokus pada pendapatan aktif (yakni nge-Grab)  daripada belajar caranya berbisnis dan memulainya. 


Mengantarkan paket Same Day. Dokumentasi pribadi. 

   Barulah setelah beberapa bulan coba jaga toko kakak gue (Warung Ustman) ini gue sadar bahwa gue belum pantas untuk cita-cita jadi pengusaha. Mungkin untuk level pedagang pun belum bisa juga. Karena apa? Karena gue tidak memantaskan diri dengan mempersiapkan ilmu-pengetahuan yang ada serta coba mulai jualan. Jadinya gue harus benar-benar memulai dari nol. Kalau aja gue udah serius berbisnis dari zaman kuliah, minimal udah bisa setengah jalan lah ya. 

   Memantaskan diri ini berlaku buat segala hal. Nikah, kuliah ke luar negeri, jadi seniman yang mendunia, dsb. Nah, kalau ada pertanyaan kaya begini:

"Kok gue belum bisa dapetin apa yang jadi tujuan gue ya? 

Jawabannya bisa jadi:

"Karena lu belum memantaskan diri"

   Tulisan ini buat jadi pengingat diri sendiri sih. Biar ke depannya kalau menetapkan sebuah tujuan, ya harus memantaskan diri terlebih dahulu. Jangan ngotot pengen sesuatu tapi ga mempersiapkan diri. 

   Terus kalau udah memantaskan diri buat sebuah tujuan tapi belum bisa tercapai juga gimana dip? 

   Ya mungkin ada faktor-faktor lain yang menentukan. 

continue reading Hidup adalah tentang memantaskan diri

Saturday, April 11, 2020

Terjebak Romansa Masa Lalu

Beberapa hari kemarin, gue sempat menengok-nengok kembali tulisan-tulisan di blog yang pernah gue posting semenjak SMA. Entah karena apa, gue membaca kembali satu tulisan yang terinspirasi dari nasehat guru saat SMA.
Mungkin karena gue mengalami gabut parah akibat punya banyak waktu tapi ga tahu pengen ngerjain apa. 

Ada beberapa poin yang bisa gue ambil dari melihat kembali tulisan tersebut. Pertama, gue bertanya ke diri sendiri Waktu zaman sekolah, lu udah berani menulis di blog(meski ga bagus-bagus amat), kenapa pas kuliah malah vakum dalam waktu yang panjang? Kedua, gue seperti mengalami perasaan terjebak romansa masa lalu gitu. Misalnya nih, lu dulu bisa beli hp dari hasil tabungan. Sedangkan keadaan sekarang malah boros habis. Dan ga ada niat buat menuju kembali lebih baik dari yang udah pernah diraih. Itu artinya lu mengalami keadaan terjebak dalam romansa masa lalu.

Nah, gue ga pengen kaya begitu.  Selain itu juga karena merasa sayang aja, udah sering dapet tugas menulis yang buanyak tapi menulis buat diri sendiri masa ga bisa. Semoga ke depannya gue bisa rajin lagi posting tulisan blog. Walau(mungkin) yang baca sedikit... atau... bahkan ga ada. Mungkin loh ya. Kan bisa benar bisa tidak. Tapi gapapa. Hitung-hitung merekam jejak peristiwa hidup gue secara digital.
continue reading Terjebak Romansa Masa Lalu

Friday, April 3, 2020

Sebentar lagi lulus kuliah



Hal yang paling tidak bisa diukur dalam hidup memang waktu. Gue sekarang udah di semester 6 jurusan Jurnalistik kampus Unis Tangerang.

Banyak yang sudah dilewati. Teman-teman yang datang dan pergi silih berganti. Ada benarnya juga sih sebuah kalimat yang pernah gue baca saat SMA.

Di kuliah, masuk bareng belum tentu lulus bareng.

Gue mengalaminya sendiri. Ada beberapa teman yang harus gugur dalam perjalanan. Ada yang (mungkin) mundur untuk sementara karena ada urusan yang lebih penting. Ada juga yang pergi tanpa pamit. Ya mirip-mirip gebetan yang lagi disayang-sayangnya.

Tugas-tugas yang ada juga semakin hari bukannya makin sedikit malah makin banyak. Walau ga sekejam zaman sekolah sih. Masih mending lah tugasnya praktek dari teori yang sudah diajarkan.

Kalau dihitung secara normal, gue kuliah tinggal 2 semester lagi. Masih ada magang, KKK, dan Skripsi yang harus dilewati. Di samping itu juga ada beberapa hal yang harus gue kejar sebelum lulus kuliah. Nanti kalau hal-hal tersebut sudah gue lakukan, bakal gue ceritakan kembali di blog ini.

Dibilang berat, ya berat. Tapi petualangan ini harus diselesaikan dengan penuh tanggung jawab. Karena kuliah adalah investasi yang cukup mahal bagi gue yang dari kalangan menengah.

Semoga setelah petualangan dalam kuliah ini, gue bisa lebih siap dan kuat menghadapi petualangan hidup berikutnya. Kerja yang sesuai keinginan penuh waktu.
continue reading Sebentar lagi lulus kuliah

Tuesday, July 19, 2016

Alhamdulillah gagal (lagi)





Assalamualaikum bro sist!

Gue akuin banget kalo tulisan ini sebenernya tuh udah lama dan mungkin feel-nya bagi kalian udah ga dapet karena udah hampir sebulan sejak tanggal 28 juni tahun 2016. Tapi ga ada salahnya kan, menumpahkan perasaan lewat tulisan. Daripada numpahin perasaan ke gebetan, nanti dosa. Hehehe.

Setelah lama nunggu, hari pengumuman SBMPTN dateng juga. Gue sih yakin aja bakal dapet, urusan lain mah belakangan dah. Yang penting baik sangka sama Allah.

Pas jam 12, jantung gue berdebar-debar kaya murid yang mau masuk ruang guru. Gue kira karena kurang tidur, tapi karena nunggu hasil pengumuman. Dua jam kemudian,seperti web SNMPTN kemarin, webnya macet! Pfft ternyata semua web pengumuman itu sama!!! *niruin cewek yang lagi ngambek*

 Karena ga mau nunggu lama kaya nunggu mantan, akhirnya gue berinisiatif buat buka web mirror pengumuman. Gue klik SBBMPTN.UGM.AC.ID . 

Ternyata pengumumannya bertuliskan:

“mohon maaf kita temenan aja”

Eh bukan!  Bukan itu cuy!!  Yang bener tuh:

“maaf aku ga bisa balik lagi sama kamu”

Eh itu juga bukan! Dasar!!! Yang bener tuh begini:

“mohon maaf, anda tidak lulus dalam seleksi sbmptn tahun 2016. JANGAN PUTUS ASA DAN TETAP SEMANGAT!!!”

Cailaaa, web pengumuman sbm aja nyemangatin. Kamu kapan? Hehe

Ya tapi harus gue akuin, yang namanya ditolak itu emang pasti sakit. Meskipun kita udah berjuang sekuat tenaga. Berdarah-darah. Well, renaca gue harus ketunda dulu dah buat berangkat ke jogja tahun ini..
Tapi gapapa, toh gue juga udah nyusun rencana lain selain dari seleksi ini. Termasuk salah satunya adalah nunda nikah kuliah setahun lagi. Ett dahh, baru lulus sma, udah mikirin nikah yak. Wkwkwk. Segitu aja dari gue kali ini.

Wassalamualaikum guys!
continue reading Alhamdulillah gagal (lagi)

Saturday, March 26, 2016

sob, doa yuk!

assalamualaikum guysss

Doa adalah permintaan-permintaan lo kepada Allah yang bisa jadi itu adalah yang pengin banget lo milikin -dipa

kali ini gue mau sharing sedikit cerita gue yang (semoga) bisa juga lo lakuin.

jadi ceritanya gue punya pengalaman yang cukup bikin mulut ga bisa ngomong. cerita gue kali ini adalah tentang betapa saktinya kekuatan doa itu sebenarnya.

sekitar kurang lebih setahun yang lalu, temen-temen gue lagi pada ngikutin trend yang lagi in banget nih ceritanya. nah, trend itu adalah sepatu merk wakai gitu. berhubung gue masih polos dan ga ngikutin trend, jadinya  gue ga ngerti apa yang mereka ngomongin. awalnya sih gue kira sepatu itu ya kaya sepatu yang lain aja, biasa banget.

beberapa bulan setelah gue nguping percakapan mereka, salah satu temen gue juga ngomongin hal yang sama ke gue. kurang lebih kaya gini:

temen gue: gue pengin sepatu kaya wakai dah dip

gue: emang sepatu wakai buat apaan?

temen: ya buat mainlah kalo lagi ke mall dip, buat ke acara formal juga bisa

beberapa saat kemudian, ada salah satu temen gue juga yang kebetulan pake itu sepatu wakai. otomatis, gue jadi sedikit ngarep pengin punya tuh sepatu.

dalem hati gue iseng berdoa

"ya Allah kayanya tuh sepatu keren kalo saya pake, jadi pengin.."

beberapa bulan setelah gue doa buat minta itu sepatu secara iseng.. akhirnya!!! kun fayakun! di kamar gue udah ada sepatu yang gue mau! alhamdulillah banget kan? :)

ini dia penampakan sepatunya bro-sist :)
ada lagi satu lagi nih  kejadian hampir sama juga.

jadi waktu itu gue pernah kehilangan jam pas lagi awal-awal masuk sekolah gitu lah. faktor utama gue kehilangan jam ini sih sebenernya karena gue lupa naruh itu jam dimana wkwkwk masih muda tapi pelupa. bukan pelupa sih sebenernya.. tapi... sembarangan naruh barang. hehe

otomatis, tangan kiri gue jadi kosong tanpa ngerasain ada yang ngeganjel gitu lah. gue ngerasa kurang lengkap euy tanpa jam. yaudah, akhirnya gue doa deh. kira-kira gini doanya

"ya Allah ini tangan kiri kosong ga pake jam.. pengin jam lagi rasanya ya Allah"

beberapa bulan kemudian juga...  kun fayakun! kakak gue tiba-tiba ngasih suatu kotak yang awalnya gue kira itu adalah kotak earphone wkwkwk pas gue liat lebih teliti... ternyata itu adalah jam! alhamdulillah


continue reading sob, doa yuk!

Saturday, February 6, 2016

Cerita gue ke perpus ui




assalamualaikum guyssss maaf ya baru update lagi. harusnya sih ini diupdatenya hari senin tapi karena minggu ini gue ada TO di sekolah jadinya harus tunda dulu dah. enjoy my story!

Universitas Indonesia atau biasa disebut juga UI adalah salah satu perguruan tinggi negeri yang favourite para siswa-siswi yang bakal mau lulus ataupun yang baru masuk sma. Tapi kali ini bukan tentang sejarah universitas indonesianya yang bakal gue ceritain. Ini tentang gue yang penasaran dan ngebet banget pengin main ke perpustakaan universitas ini.

Awalnya rencana gue ini gue susun saat mau liburan.. tapi apa daya tenyata ga bisa. Begitu masuk juga gue udah bener-bener ngerencanain nih kapan mau ke sana. Hari sabtu gue pilih sebagai hari yang paling tepat. Sabtu pertama gue kira rencana gue bakal berhasil tapi ternyata tidak bisa karena ada rapat wali murid. Di sabtu kedua, gue udah bener-bener yakin kalo bisa berangkat eh ternyata Allah berkehendak lain dengan datangnya hujan dari pagi hari yang tak kunjung berhenti.

Kemarin hari sabtu tanggal 30 januari, akhirnya rencana gue bisa bejalan dengan apa yang gue harapkan. Gue kesana bareng salah satu temen kelas gue yang punya nama syafrie atau yang biasa dipanggil sapri.. untungnya bukan dipanggil sapi. Wkwkwk ya walaupun kesannya gimana gitu tapi gapapalah daripada gue berangkat sendirian kaya jomblo. Itu bakal lebih parah lagi men wkwkwk

Gue janjian sama sapri buat berangkat dari stasiun deket rumah gue yaitu stasiun tanah tinggi. Sebenernya agak curang juga sih.. gue mah ke stasiunnya jalan kaki eh si sapri dianter bapaknya tapi mau gimana lagi kan biar ga makan waktu juga. Janjian ketemu jam 9.30 pagi buat ngejar jadwal kereta commuter line yang dateng ke stasiun jam 9.47 ternyata seperti yang gue duga. Ngarettt. Untungnya si sapri ngaretnya ga parah-parah amat. Pas mau beli karcis, gue lupa katanya dia mau ngasih pinjem kartu commuter line punya dia. ok akhirnya gue isi deh tuh kartu dengan saldo yang cukup buat bolak-balik Depok-Tangerang. #hemat #gamodal #gamaurugi

Perjalanan gue ke stasiun transit pertama yaitu stasiun duri berjalan dengan mulus semulus uang baru hasil nuker di bank. Gue bisa duduk dengan nyaman and feels like a boss! Pas mau sampe sana, sapri bilang ke gue

“dip, nanti kalo ada keretanya langsung aja cabut”

“ok pri”

Ternyata apa yang si sapri bilang itu jadi beneran. Begitu sampe di sana, kereta menuju tujuan akhir gue langsung ada. Yaudah akhirnya gue dan sapri langsung masuk. Namun perjalanan kali ini beda kaya tadi pas kita berdua mau ke stasiun duri. Gue ga dapet tempat duduk sama sekali. Dari awal sampe akhir tujuan, berdiri aja tuh sambil pegangan. Uh men.. 2 jam perjalanan dengan acara kereta berhenti selama beberapa waktu dan berkali-kali itu bikin cape! Mana perut gue udah mulai menyuarakan suara-suara buat makan lagi. Alhasil gue jadi lemas kaya abis ngeliat nilai ulangan yang remed.


Setibanya kita di stasiun, yang pertama terpikirkan oleh kita adalah makan dan sholat terlebih dahulu sebelum explore jauh perpus uinya itu sendiri. Dengan feeling orang kelaperan akhirnya kita jalan ke seberang stasiun. Dan ternyata disana ada toko buku yang jual buku-buku lama men! Yang ga pernah gue temuin sebelumnya! Gosh! I want those books!! Akhirnya kita beli mie ayam dan sholat sebentar.

inii dia tumpukan buku di toko bukunya

Setelah lapar dahaga dan batin terpuaskan, kita lanjut petualangan kita buat ke perpus ui. Awalnya gue mikir buat naik bus kuning aja yang  ada tulisan universitas Indonesianya. Tapi gue pikir itu bus kalo kita tumpangin bakal bayar.. mana duit tinggal dikit lagi.. atau ga itu bus hanya untuk mahasiswa-mahasiswi universitas ini aja. So, we decided to walk around. Sebelum jalan, kita nanya dulu ke petugas keamanan yang ada. Kata bapak petugas itu

“nanti lurus aja.. terus nyebrang fakultas hukum abis itu belok kanan ketemu deh”

Tapi kita berdua failed to translate that clue. Kita malah ngelewatin 3 fakultas yang ada. Fakultas psikologi, FIB dan FISIP , pusat studi jepang ( yang terakhir kalo ga salah) juga danau yang kayanya banyak dimongin orang-orang dengan berjalan kaki.. pfftt we made a mistake. Begitu udah sampe FISIP, di kantor petugas keamanannya gue berinisiatif nanya lagi. Dan emang bener kalo petunjuknya CUMA NYEBRANGIN FAKULTAS HUKUM BUKAN NGELEWATIN FAKULTAS ILMU BUDAYA. Hadehhh. Karena gue udah cape jalan kaki akhirnya gue dan sapri memutuskan buat naik bus kuning atau bikun

Pas udah keliatan suatu gedung, gue ngiranya itu adalah gedung perpustakaan.  gosh!! i was so exciteddd!!!

Di lantai pertama gedung perpus ui itu ada terdapat satu cafe buat ngopi yang udah familiar banget dan suatu toko buku. Gue ga kesana dulu soalnya pikiran gue tertuju pada perpusnya. Nah, pas udah sampe depan pintu masuk gue ngeliat bacaan syarat masuk pake ktm alias kartu tanda masuk. Wah.. pikiran langsung bikin pikiran yang meleset. Jangan-jangan gue udah jauh-jauh tapi ga bisa masuk? Yaudah daripada gue langsung balik dan rasa penasaran gue belum terpuaskan akhirnya gue langsung cari petugas sekitar situ buat nanya apa maksudnya. Bapak itu bilang

“oh itu, adek masuk aja terus bilang dari non-ui nanti bakal disuruh registrasi”

“oh ok makasih ya pak”

Ok kita registrasi di loket. Setelah itu kita dikasih kunci loker buat nyimpen tas dan jaket dan juga stiker perpus ui-nya gitu. 

 
Sticker perpustakaan UI-nya nih
Suasana perpustakaan kian terasa dan bau-bau ilmu dan orang-orang yang haus bacaan pun kian pekat tercium. Di awal ruangan di lantai kedua gedung perpus itu, seperti biasa kita bakal nemuin keterangan buat kode-kode nyari buku referensinya apa. Mata gue langsung fokus sama kode 800-Sastra dan kode 900-Sejarah. Langsung deh gue nyari rak-rak buku yang kodenya 800.


Rak-rak buku disana itu ada dua tingkat, jadi bisa dengan puas nyari buku referensi atau ga buat sekedar baca. Di tingkat kedua rak buku itu gue langsung ketemu sama buku-buku yang berbahasa inggris.

“ahaaa, ini pasti buku-buku sastra inggris nih”

Gue langsung lengket sama buku-buku bacaan berbahasa inggris itu.

Karena waktu kita yang terbatas, gue pindah ke rak-rak buku sejarah. Tapi sayangnya si sapri udah duluan kesana dan gue liat dia bawa buku sejarah dunia yang tebelll dan satu buku sejarah tentang makasar. Karena udah puas di lantai pertama, kita berdua cabut ke lantai berikutnya, Lantai dua. Disana tersusun dengan apik kumpulan-kumpulan karya tulis dari mahasiswa-mahasiswi dari mulai skripsi,thesis sampai disertasi pun ada. Dengan rasa penasaran gue baca tuh salah satu skripsi dari yang ada. Wihhh keren menn! Jadi ga sabar pengin nyusun skripsi *eh gue kan baru mau jadi mahasiswa wkwkwk

Dengan rasa penasaran yang udah terjawab akhirnya gue dan sapri pulang. Eitss pas di stasiun, mending foto-foto aja dulu siapa tau jadi anak mahasiswa ui beneran~ Aamiin

 


GUE

continue reading Cerita gue ke perpus ui