Showing posts with label Curhatan Driver Online. Show all posts
Showing posts with label Curhatan Driver Online. Show all posts

Saturday, December 2, 2017

Faktor-faktor rating penumpang uber yang jelek!

Mr kalanick

Uber adalah sebuah perusahaan aplikasi yang melayani dalam bidang transportasi. Diciptakan oleh Travis Kalanick dan Garett Camp sesudah ia berdua merasakan sulitnya mendapatkan taksi saat  pergi di suatu musim salju di Paris. Setiap penyedia transportasi berbasis aplikasi ini memiliki kelebihannya masing-masing.

Gue sebagai driver uber motor sudah mengalami banyak kejadian bersama Uber. Di Uber ini ada fitur khusus yaitu adalah : Rating(nilai) penumpang

Emang apa pentingnya sebuah nilai dip?

Di dunia nyata, emang nilai itu ga selalu penting. Tapi di dunia Uber, nilai (penumpang ) itu sangat penting.
contoh penumpang dengan rating jelek

Kenapa bisa penting dip?

Karena, dari pengalaman gue yang sudah-sudah, penumpang yang memiliki rating jelek ini kelakuannya ada aja. Sampe bikin kepala geleng-geleng. Nah, apa aja sih faktor dari penumpang yang nilainya jelek ini? ini dia!


1. Jutek
jutek bener mba. (ilustrasi)

jutek itu sebenarnya bukan suatu masalah yang serius banget sih. Karena ngapain juga gitu harus beramah ria dengan kang ojek? kecuali punya satu kesukaan yang bikin obrolan sambil jalan jadi ngalor-ngidul. Entah driver uber motor itu pada baperan pengen diramahin atau penumpangnya ga asik, yang pasti jutek adalah salah satu faktornya.

2. Pelit

Lo tau kan apa itu definisi pelit?

iya, menurut KBBI V kata pelit itu berasal dari kata kikir yang artinya adalah, terlampau hemat memakai harta bendanya.

Nah, di dunia Uber motor ini, definisi orang pelit adalah penumpang yang membayar jasa ojek (ubermotor) dengan pas-pasan atau meminta uang kembalian Rp 500an. Atau pekerja kantoran yang membayar dengan cara kredit tanpa mengasih tip barang Rp 5000 aja gitu buat beli air. Ga salah sih emang. Tapi kan realita jasa di jalan itu beda sama berdagang yang bayarnya pas tanpa lebih. Walaupun banyak faktor yang menentukan kenapa bisa bayar pas. Seperti halnya emang lagi ga punya duit lagi gitu

3. Rese
(ilustrasi. Tribunnews.com)


untuk yang satu ini, definisinya bisa banget meluas. Biasanya sih, karena penumpangya itu diem aja ketika ditanya mau kemana arahnya. Contoh:

"mba ini belok kanan atau kiri?" Ari, si driver ubermotor bertanya
"mba"
"hola mba" gatauya si mbanya ketiduran. zzz.

4. Terlampau Oversize+pelit

(ilustrasi). Yang sabar yah mas :) | Group WA

Nah loh. Tipe penumpang kaya gini nih yang biasanya dihindari para driver ubermotor. Ini adalah perpaduan sempurna untuk merusak mood narik(ngojek). Coba lo bayangin, si driver ini pake motor matic yang kekuatan shockbreakernya bisa dikira-kira dengan maksimal berat penumpang 70 terus dipaksa ngangkut karena baru trip pertama dan begitu selesai bayarnya pas. DUHHH. RUGI BANDAR. UNTUNG SHOCKBREAKER GA HANCUR KAYA HATI. hiksss

5. Minta buru-buru
cepet-cepet kaya gimana. Macet begini :(

Kalo yang ini pasti ditemuin oleh driver UberMotor dan yang lainnya ketika pagi hari menjemput orang yang berangkat kerja atau anak sekolah. Bikin kesel sih emang yang kaya gini mah. Apalagi pas udah selesai trip ternyata bayarnya pake kartu kredit. BEHHH. INGIN KU BERISTIGHFAR, ya rabb :(. Kalo dari perhitungan waktu sih, secepat-cepatnya naik motor paling maksimal 60 km/jam. Tapi kecepatan segitu sepertinya masih menjadi dongeng bagi driver ojek online yang narik di Jakarta dengan segala keruwetan kendaraannya.

Ok segitu dulu tulisan dari gue. Jangan lupa FOLLOW ini blog, share dan comment! happy weekend guys!!! 

sumber sejarah: https://www.uber.com/id/our-story/
continue reading Faktor-faktor rating penumpang uber yang jelek!

Monday, July 10, 2017

Istilah-istilah yang ada di kalangan driver ojek online

  

     ojek online saat ini adalah suatu jasa kendaraan transportasi yang memanfaatkan teknologi untuk lebih mudah menemukan driver yang dipanggil. Nah, dibalik kemudahan dalam menemukan driver ojek online ini ada istilah-istilah tersendiri di kalangan drivernya. cekidot!

  1. Narik 
    Tribunnews.com
          istilah ini sebenarnya udah ada sebelum perusahaan penyedia jasa transportasi online. Namun, asal-usul sejarahnya, gue belum tahu pasti dari mana. sepengetahuan gue sih, istilah narik itu sendiri biasa juga dipake oleh para supir taksi konvensional, ojek pangkalan(yang suka berantem sama driver ojek online), kusir delman dan sebagainya yang bekerja sebagai supir transportasi.

   2. OPIK (Orderan PIKtif)
https://twicopy.org/ridvanfirman


       opik yang ini bukan yang nyanyi lagu-lagu religi yang bikin tentram hati. ini opiknya beda.bikin hati dongkol.
 secara pengertian, orderan piktif adalah suatu pesanan baik untuk tumpangan, pengiriman paket, maupun pengantaran makanan yang tidak diketahui siapa yang memesannya, alamat yang dituju, dan jarak orderan yang cukup janggal. Biasanya, orderan piktif itu terjadi pada fitur pengantaran makanan yang dilakukan oleh orang yang "iseng".

kenapa disebut orang yang iseng?

karena, orang tipe kaya gini memesan orderan makanan melalui ojek online ini sebenarnya ga niat, atau cuma sekedar kurang kerjaan.

kemarin saat bulan ramadhan gue mengalami sendiri kejadian kaya gini. Ditengah siang hari yang mataharinya yang ga terik banget di jalan Pondok Jaya Tangerang, gue dapet orderan pengantaran makanan. Dengan senang hati, gue langsung samperin restoran yang dituju. Tapi sialnya, ketika gue udah di posisi restoran yang dimaksud, gue tanya tuh letak tepatnya dimana. Dan tebak apa jawabannya?

"Aku juga gatau mas. wakakak"

DEG! untung belum nemu tempatnya dan beli menu yang dipesan.


Dikarenakan gue lagi puasa dan menghindari berkurangnya makna puasa, yaudah gue batalin aja tanpa gue kasih hinaan isi kebun binatang terlebih dahulu.

    3. Tuyul
youtube

jaman udah serba canggih bro and sist. Setan pun bisa berevolusi jadi sebuah aplikasi tambahan bagi driver ojek online. siapakah setan yang dimaksud? dia adalah Tuyul! Ga semua sih driver ojek online pake aplikasi ajaib ini.

   Konsep aplikasinya sendiri itu bikin orang (driver ojol) ga ribet nyari-nyari order. Prinsipnya adalah "Less effort, better income and win the competition". Contohnya begini, ketika si tuan A ini berada di depan masjid istiqlal. Dia bisa menaruh titik peta di Stasiun Djuanda. Maka ada kemungkinan si penumpang bisa dapet driver A yang masang tuyul ini. Dan saat mau jemput penumpangnya, si driver menonaktifkan aplikasi tuyulnya.

   4. Gacor

     Awalnya gue bingung sama istilah yang satu ini. Gacor ini dari bahasa apa? Artinya apa? dan apa hubungannya sama driver ojek online? kemudian gue mencoba tafsirkan sendiri arti kata gacor. Gas yang dicor? lah apa ini maksudnya?-,-

Nah, pada suatu hari saat gue lagi ngetem di suatu tempat yang gue lupa dimana, ada lagi nih yang nyebutin kata gacor. Dengan rasa keingintahuan yang tinggi, maka gue langsung tanyakan.

"Gacor itu artinya apasih bang? dari bahasa mana?" Tanya gue
"Itu dari bahasa betawi yang biasanya buat burung. Artinya bunyi melulu( kalo ojek online maksudnya banyak orderan).
"Oh gitu toh artinya. makasih ya bang" jawab gue kemudian

   5. Tahu bulat (promo)


    Promosi adalah salah satu dari banyak cara untuk memikat pelanggan baru yang belum pernah merasakan suatu produk. Bisa juga ditujukan untuk penghargaan kepada para pelanggan setia atau pelanggan yang paling banyak menikmati suatu produk.

   Di dunia ojek online atau taksi, promosi adalah suatu cara yang menguntungkan bagi si penumpang tetapi merugikan bagi si pengemudi.

Kenapa merugikan bagi pengemudi?

karena proses pencairan promo itu berbeda pada setiap perusahaan penyedia transportasi onlinenya. Dan si driver tidak bisa langsung menikmati uangnya hari itu juga.

  Di UberMotor, proses pencairan promo dan kartu kredit itu akan diakumulasikan selama seminggu dan baru dikirim pada hari kamis selanjutnya.

Beda lagi dengan di GrabBike, proses transfernya (katanya sih cuma sehari) padahal 2 hari minimal.

Di dunia transportasi online di Indonesia, perusahaan dengan jargon "Aplikasi karya anak bangsa" ini paling rapih proses pencairan uang promo dan kreditnya. Cuma 1 hari setelah dapat promosi, keesokannya bisa langsung dicairkan.


   6. Muka Promo
Ga mau rugi

  Beda dengan istilah yang di atas, istilah ini adalah sebuah julukan untuk penumpang yang naik ojek online hanya pada saat ada promo-promo tertentu atau selalu menggunakan kode promosi meskipun jarak tempuhnya dekat.

   7. Petir
Petir di UberMotor saat lebaran kemarin

   Dalam dunia transportasi online, petir adalah suatu istilah yang menggambarkan kondisi kenaikan harga secara fantastis yang membuat biaya perjalanan membengkakkan mata dan menipiskan isi dompet.

Kenapa bisa terjadi petir atau harga ramai?

Karena jumlah driver lebih sedikit dibandingkan jumlah permintaan dari penumpang. Persis dengan teori ekonomi yang menyatakan:

"Jika suatu permintaan lebih besar daripada jumlah penawaran, makan akan terjadi kenaikan harga."

Kalo ada yang mau nambahin istilahnya, komen ya! :-)



continue reading Istilah-istilah yang ada di kalangan driver ojek online

Sunday, February 5, 2017

Gue tukang ojek Online



Kurang lebih sebulan yang lalu, gue mencoba buat nyari pengalaman baru. Dengan nekat mencoba buat belajar narik ojek online. Istilahnya. Tapi tanpa atribut jaket dan helm resmi dari perusahaan aplikasinya. Karena gue belum sempat mengambil. Daerah yang pertama gue telusuri adalah perumahan banjar wijaya. Treng teng. Treng teng. Treng teng. Hp gue berbunyi tanda order masuk. Gue seneng banget! Lalu gue samperin tuh penumpangnya di alamat yang dia tunjukkin. Perjalanan terakhir gue kena sedikit musibah. Perjalanannya belum sampe, eh hp gue mati seiring dengan habisnya power bank yang gue bawa.

Ketika hari selasa berikutnya, gue ke kantor perusahaan aplikasinya yang ada di srengseng. Gue yang belum begitu tahu Jakarta bingung kan. Nanya-nanya dari pertama jalan sampe ke sananya. Sekalian nyari penupang juga sih. Hehehe. Ada lumayan banyak yang dateng. Ga lama sekitar setengah jam kemudian, gue pulang dengan membawa jaket dan helm baru dari perusahaan aplikasinya.
 
ini dia helmnya. gue sensor biar ga dikira ngiklan :D #TeamOrange
Gue mencoba beraniin diri buat ngojek online ini bukan Cuma iseng. Tapi ada alasan lain yang bikin gue mau. Inilah 4 alasan yang mendorong gue. Here they are: 

  1.    Mengisi waktu
Dari semenjak gue lulus sma sekitar bulan mei tahun lalu, gue ga kerja karena alasan pengen istirahat dulu dari rutinitas. Juga buat persiapan sbmptn. Tapi gataunya gue ga lulus. Hari demi hari gue jalani dengan santai tanpa beban kaya kemarin sekolah. Gue merasa agak gerah juga. Pengen kerja tapi maunya yang bebas gitu. Nah, di bulan November, gue memutuskan buat bikin sim secara pribadi. Sekalian simnya buat ngojek online nanti pikir gue. Kalo bikin sim secara mandiri itu lebih murah ko. Cuma butuh sekitar Rp 160 ribu.

Tapi gue kemarin 3x test sim teori dan 1x test sim prakteknya baru lulus

 
           2.  Mencari tahu jalan dan menghafalnya

Gue ini tipe orang yang suka kepo sama jalan tapi jarang pergi jauh. Apalagi kalo pake motor. Behh ga pernah. Karena belum ada sim. Biasanya sih naik sepeda. Ya itu juga kalo lagi niat aja. Dan sampe rumah biasanya kedua kaki gue langsung terasa pegal-pegal. Di kesempatan ngojek online inilah gue bisa mencari tahu jalan sekaligus menghafalnya. Terutama jalan-jalan di Jakarta yang sebagian besar gue masih gatau. Termasuk jalan-jalan pintas yang memotong jalanan yang macetnya lagi gila-gilaan. Sejauh ini sih gue udah muter-muter di daerah Jakarta Barat, Jakarta Pusat. Kaya Masjid Cut Meutia di Menteng. Behhh itu masjid adem banget men! Meskipun ga sebesar tetangga agak jauh Masjid Istiqlal, tapi Masjid Cut Meutia itu dilengkapi dengan stand ac yang ada di kurang lebih setiap 3 shaf sekali. Juga ada dispenser yang nyala dengan listrik dengan pilihan air panas, biasa dan dingin. 

                 3.  Mencari uang

Alasan gue yang ketiga ini termasuk tujuan utama. Karena gue mau bisa jajan yang gue suka dari duit gue sendiri. Kaya beli buku misalnya. Selain itu juga, gue mau beli hp yang baru karena umurnya sudah layak untuk dipensiunkan. Gue sih berharap sekalian bisa buat beli laptop dan biayain kuliah gue nantinya.


                 4.  Menambah teman baru

Di dalam zona nyaman kemarin yang gue nikmati, rasanya gue belum pernah nambah teman baru lagi karena belum masuk lingkungan baru. Berhubung belum kuliah, gue niatin juga buat nyari teman baru di ojek online ini. Siapa tahu kalo gue butuh sesuatu bisa minta tolong gitu atau sekadar berbagi cerita yang terjadi biar jadi pelajaran buat yang lain. Gue masih jarang sih buat mangkal di suatu tempat kaya yang dilakukan orang lain. Tapi, gue berinisiatif buat gabung grup whatsapp dari kaskus. Gue bisa dapetin informasi yang sebelumnya gue ga tahu. Dari mulai keadaan macet sampe keadaan darurat yang butuh bantuan seperti kehabisan bensin misalnya.

continue reading Gue tukang ojek Online